Elena Teslova
23 April 2021•Update: 24 April 2021
MOSKOW
Rusia mengumumkan penarikan pasukannya dari perbatasannya dengan Ukraina, ungkap Menteri Pertahanan Sergey Shoygu pada Kamis.
Setelah memeriksa kesiapan tempur militer secara mendadak di pagi hari, Menteri Pertahanan Sergey Shoygu pada Kamis mengumumkan diakhirinya latihan militer di daerah tersebut dan memerintahkan pasukan Rusia untuk kembali ke tempat permanen mereka.
"Tujuan dari pemeriksaan mendadak telah tercapai sepenuhnya. Pasukan menunjukkan kemampuan untuk memberikan pertahanan yang dapat diandalkan negara. Dalam hal ini, saya telah memutuskan untuk menyelesaikan kegiatan inspeksi di daerah militer Selatan dan Barat," kata Shoygu setelah latihan militer di Laut Hitam.
Namun, Rusia akan terus mengamati pengerahan pasukan NATO untuk latihan militer Defender Europe 2021 tak jauh dari perbatasan selatan Rusia, ujar Shoygu.
"Di wilayah ini [Laut Hitam], aktivitas militer blok NATO meningkat secara signifikan. Aktivitas intelijen diperkuat, dan intensitas aktivitas pelatihan operasional meningkat,” sebut dia.
"Kami memantau dengan cermat pengerahan pasukan NATO ke area latihan Defender Europe 2021 mendatang. Di Polandia, Slovakia, Hongaria, Rumania, dan Bulgaria, pusat koordinasi telah didirikan untuk memastikan pertemuan pasukan dan pengiriman NATO," tekan Menhan Rusia.
Dia memerintahkan militer untuk terus memantau area Defender Europe 2021.
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia telah mengumpulkan pasukan siap tempur di dekat perbatasan Ukraina yang dianggap sebagai "massa terbesar pasukan Rusia sejak aneksasi ilegal Krimea pada 2014," menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Ukraina menuduh Rusia memicu ketegangan, sementara Moskow mengatakan tindakannya sebagai tanggapan atas "tindakan provokatif Kyiv".
Ukraina juga menyebut tetangga baratnya sedang mempersiapkan serangan yang bertujuan untuk mengamankan solusi militer untuk konflik di perbatasan.
Ukraina dilanda konflik di wilayah timurnya sejak Maret 2014, menyusul pencaplokan Krimea secara ilegal oleh Rusia.
Pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di timur Ukraina telah menyebabkan lebih dari 13.000 orang tewas, menurut PBB.