Ruslan Rehimov
23 April 2021•Update: 24 April 2021
BAKU, Azerbaijan
Pasukan Armenia melancarkan tembakan lintas batas dua kali pada Rabu ke wilayah Azerbaijan.
Pasukan Azerbaijan bertindak dengan menahan diri setelah pasukan penjaga perdamaian Rusia mengatakan tentara Armenia sedang mabuk, kata Badan Perbatasan Negara Azerbaijan dalam sebuah pernyataan pada Kamis.
"Mempertimbangkan seruan Rusia, pasukan Azerbaijan menahan diri dan tidak melakukan pembalasan. Setelah insiden itu, pihak Azerbaijan diberitahu bahwa tentara Armenia yang melakukan aksi provokatif telah dipindahkan dari daerah itu," ungkap pernyataan itu.
Dalam aksi provokasi lain, sekelompok orang dalam konvoi mobil meneriakkan slogan anti-Azerbaijan dalam bahasa Armenia, tambah otoritas Azerbaijan.
"Dinas Perbatasan Negara secara resmi menyatakan jika provokasi seperti itu berulang di masa depan, kami akan mengambil tindakan pembalasan terberat," tegas pernyataan itu.
Hubungan antara bekas republik Soviet telah tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, yang diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Pada 27 September 2020, tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan serta melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama konflik 44 hari, yang berakhir di bawah kesepakatan yang ditandatangani pada 10 November 2020, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia.