Dunia, Jamal Khashoggi

Riyadh dituding gunakan troll Twitter untuk bungkam kritik

Surat kabar New York Times menyebut Jamal Khashoggi adalah salah satu sasaran pemerintah Saudi

Megiza Soeharto Asmail  | 21.10.2018 - Update : 22.10.2018
Riyadh dituding gunakan troll Twitter untuk bungkam kritik Ilustrasi: Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto File - Anadolu Agency)

Ankara

Hakan Copur

NEW YORK

Pemerintahan Saudi menggunakan "pasukan troll Twitter" untuk membungkam kritik dan membunuh wartawan Saudi, Jamal Khashoggi yang menjadi salah satu target mereka, kata New York Times dalam sebuah laporan.

Dalam laporan yang berjudul Pembentuk Citra Saudi: Pasukan Troll dan Orang Dalam Twitter, harian itu menuding bahwa pemerintah Saudi sedang melakukan operasi pada platform media sosial Twitter untuk membungkam nama-nama yang bertentangan di luar negeri dan di dalam Arab Saudi.

Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan tujuh orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut atau mereka yang selama ini menjadi aktivis dan pakar yang telah mempelajarinya; pejabat Amerika dan Saudi, serta riset tentang troll yang dimiliki The New York Times.

Dikatakan bahwa perintah langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman meminta "operator Saudi untuk memobilisasi dan mengusik mereka yang melontarkan kritik di Twitter", yang menjadi sangat populer sejak pemberontakan Arab Spring pada tahun 2010.

"Saud al-Qahtani, penasihat utama Putra Mahkota Mohammad yang dipecat hari Sabtu saat terungkapnya pembunuhan Khashoggi, adalah ahli strategi di balik operasi itu, menurut pejabat Amerika Serikat dan Saudi, serta organisasi-organisasi aktivis," tulis laporan NY Times.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, telah hilang sejak memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah beberapa hari menyangkal untuk mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pada hari Sabtu menyebut bahwa Khashoggi terbunuh dalam perkelahian di dalam konsulat.

Pada hari hilangnya Khashoggi ini, 15 orang Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, terdeteksi tiba di Istanbul menggunakan dua pesawat dan mengunjungi konsulat ketika Khashoggi masih di dalam, menurut sumber polisi Turki. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini pada hari Kamis setelah menggeledah kediaman konsul jenderal serta Konsulat Saudi di Istanbul.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın