Muhammad Abdullah Azzam
05 April 2019•Update: 05 April 2019
Selen Temizer
ANKARA
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, rezim Suriah Bashar al-Assad melancarkan lebih dari 216 kali senjata kimia selama perang saudara yang berlangsung sepanjang 8 tahun.
Rezim melakukan pembantaian besar pertamanya dengan senjata kimia pada 21 Agustus 2013 di daerah Ghouta Timur, Damaskus.
Pembantaian yang menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil itu mendapat kecaman dari komunitas internasional.
Sementara mantan Presiden AS Barack Obama sebelumnya menentang penggunaan senjata kimia di Suriah, namun setelah itu AS dan Rusia diketahui telah menyepakati sebuah solusi alternatif.
Bahkan sebelumnya Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (CSAP) telah meminta rezim untuk menghancurkan seluruh stok senjata kimia. Hingga 19 Agustus 2014, CSAP mengumumkan proses pemusnahan senjata kimia oleh rezim telah selesai.
Anadolu Agency terus menerima informasi dari sumber-sumber lokal bahwa setelah tanggal itu rezim masih melancarkan serangan yang mengandung gas kimia beracun.
Meski organisasi-organisasi internasional mengklaim rezim Assad bertanggung jawab atas pembantaian itu, namun hingga kini belum ada proses pengadilan yang dimulai untuk menuntut keadilan bagi rakyat Suriah.