Muhammad Abdullah Azzam
25 Desember 2020•Update: 26 Desember 2020
ANKARA
Seorang reporter Anadolu Agency pada Kamis diaunerahkan sebuah penghargaan karena liputannya yang luar biasa tentang penindasan dan trauma yang dihadapi oleh wanita Bangladesh yang mencari pekerjaan di Arab Saudi.
“Saya sangat senang bahwa penghargaan ini akan mendorong saya untuk lebih bekerja di salah satu platform media terbesar di dunia, Anadolu Agency, di masa mendatang,” kata Md. Kamruzzaman, pemenang penghargaan Migration Media Award 2019.
Penghargaan tersebut diberikan di bawah proyek yang didanai oleh Uni Eropa - yang dilaksanakan oleh Organisasi Migrasi Internasional dalam kemitraan dengan organisasi pembangunan internasional BRAC yang dipimpin oleh Pemerintah Bangladesh.
Kamruzzaman dianugerahi untuk karyanya tentang perempuan migran Bangladesh di Arab Saudi berjudul "Mimpi berubah menjadi teror bagi perempuan Bangladesh di Arab" yang diterbitkan oleh Anadolu Agency pada 17 November 2019.
"Untuk pertama kalinya setiap jurnalis Bangladesh yang menjadi perwakilan dari media luar negeri memenangkan penghargaan," kata Shariful Islam Hasan, kepala Program Migrasi BRAC, pada upacara penghargaan di ibu kota Dhaka.
Menyebut penghargaan tersebut sebagai sumber inspirasi yang bagus untuk melaporkan masalah migrasi, Imran Ahmed, menteri kesejahteraan ekspatriat dan urusan luar negeri Bangladesh, mendesak jurnalis untuk "sangat bertanggung jawab" dalam melaporkan masalah migrasi karena ini adalah aspek yang "sangat kritis" di dunia modern.
Sebanyak 13 jurnalis dan sebuah organisasi media dipilih untuk mendapatkan penghargaan dalam enam kategori untuk liputan berita mereka yang "luar biasa dan berdampak" tentang migrasi.
Mengucapkan rasa terima kasih kepada Anadolu Agency, Kamruzzaman mengatakan, "Saya berterima kasih kepada Anadolu Agency karena telah melaporkan semua masalah penting dan dengan sepenuh hati membimbing saya untuk meliput cerita migrasi ini."