30 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
Diyar Guldogan
ANKARA
Putaran ketujuh pembicaraan damai yang bertujuan mengakhiri konflik Suriah akan dimulai hari Senin di Astana, Kazakhstan.
Pembicaraan akan fokus pada penguatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 30 Desember, ditengahi Turki di pihak oposisi dan Iran-Rusia di pihak rezim Bashar Assad.
Dalam pertemuan dua hari ini juga akan membahas pembebasan tahanan dan sandera serta bantuan kemanusiaan, ujar Menteri Luar Negeri Kazakhstan Kairat Abdrakhmanov pada 6 Oktober.
Menurut keterangan Abdrakhmanov, delegasi Turki akan diwakili Wakil Sekretaris Menteri Luar Negeri Turki Sedat Onal. Sementara Utusan khusus untuk Suriah Alexander Lavrentiev akan memimpin delegasi Rusia. Sedangkan Iran diwakili Wakil Menteri Luar Negeri Hossen Jaberi Ansari.
Perwakilan rezim Suriah, sejumlah kelompok bersenjata, maupun delegasi dari PBB, Yordania, Amerika juga akan menghadiri dialog, kata Abdrakhmanov.
Suriah telah dilanda perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad melakukan tindakan atas protes pro-demokrasi. Sejak saat itu, lebih dari 250.000 orang telah terbunuh dan 10 juta orang mengungsi, menurut PBB.