Zeynep Tufekci
29 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
Zeynep Tufekci
BAGHDAD
Sebanyak 75 anggota militan Daesh terbunuh dalam operasi militer yang digelar di Al-Anbar dalam 72 jam terakhir, berdasarkan informasi yang disampaikan Brigadir Jenderal Yahya Rasul.
Juru bicara Komando Operasi Gabungan Tentara Irak Yahya Rasul mengatakan operasi tersebut dilakukan bersama antara tentara Irak dan pejuang Hashd al-Shaabi yang mampu menumpas para teroris di distrik Al-Qaim, sebelah barat kota Anbar yang telah dikuasai oleh kubu Daesh.
Operasi dilaksanakan sejak Kamis lalu.
Pada hari itu, Kantor Perdana Menteri Irak juga mengumumkan bahwa tentara telah meluncurkan operasi terbaru untuk merebut kota-kota perbatasan Anbar yang telah dikuasai oleh Daesh Qaim dan Rawa.
Yahya Rasul juga mengatakan tentara Irak telah menguasai area yang luas termasuk di dekat desa dan institusi penting.
Sebelumnya, Departemen Informasi Militer Departemen Pertahanan Irak mengumumkan bahwa tentara Irak dan pejuang Hashd al-Shaabi telah membebaskan lima desa, jembatan Al-khor, dan stasiun kereta Al-Qaim di sebelah barat Anbar.
Pesawat perang Irak juga telah mencapai delapan posisi pengusaaan Daesh di Al-Qaim dan Rawa sehingga menewaskan banyak militas Daesh serta depot bahan peledak dan gudang senjata hancur.
Setelah sempat menguasai wilayah yang luas di Irak dan Suriah pada tahun 2014, Daesh baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan telak di tangan tentara Irak dan koalisi pimpinan A.S.
Pada bulan Agustus, kelompok teroris tersebut kehilangan Tal Afar di provinsi Nineveh utara Irak. Satu bulan sebelumnya, kota Mosul - yang pernah diproklamirkan Daesh sebagai Ibu Kota ‘khilafah’- jatuh ke tentara Irak melalui kampanye selama sembilan bulan.