Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Juni 2020•Update: 03 Juni 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Protes terhadap kematian George Floyd di Amerika Serikat memasuki hari ketujuh pada Senin, di mana demonstrasi damai dan bentrokan sengit antara polisi dan demonstran berlanjut di sejumlah negara bagian.
Di ibu kota negara, Lafayette Park menjadi tempat pertemuan massa untuk memprotes kematian Floyd dan kekerasan polisi.
Demonstran meneriakkan slogan-slogan berbunyi "Nyawa Kulit Hitam Penting," "Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian," dan "Aku tidak bisa bernapas. "
Ketegangan meningkat ketika polisi yang didukung oleh Pengawal Nasional menggunakan gas air mata dan granat setrum untuk membubarkan demonstran menjelang pengarahan oleh Presiden Donald Trump di Gedung Putih.
Protes terjadi di seluruh negeri, dari Seattle, Washington hingga Negara Bagian New York.
Jam malam telah diperpanjang di kota-kota besar termasuk Minneapolis, New York dan Washington D.C.
Selama protes di Buffalo, New York, sebuah SUV menabrak petugas polisi dan melukai satu orang.
Dalam sambutannya di Gedung Putih, Trump mengancam akan mengerahkan militer jika gubernur negara bagian tidak menghentikan protes yang berbuntut kekerasan.
Trump mengatakan dia merekomendasikan agar gubernur mengerahkan Garda Nasional dalam jumlah yang cukup untuk mendominasi jalanan.
Floyd, 46, ditangkap polisi pada Senin, saat dia diduga menggunakan uang palsu senilai USD20 untuk membayar di sebuah toko.
Rekaman video yang beredar di Facebook menunjukkan dia diborgol dan tak menunjukkan perlawanan apa pun.
Namun, polisi mengklaim Floyd berontak. Salah satu polisi tampak menginjak dan menduduki leher Floyd, meskipun Floyd berulang kali berteriak karena kehabisan napas.
Tak lama setelah itu Floyd pingsan, tetapi polisi tak kunjung melepaskan Floyd. Akhirnya, Floyd menghembuskan napas terakhirnya saat dilarikan ke rumah sakit.
Sebuah otopsi independen yang dilakukan pada Senin menemukan fakta bahwa Floyd terbunuh karena sesak napas akibat tekanan yang berkelanjutan.
Setelah insiden tersebut, empat polisi yang terlibat pun dipecat dan aksi protes yang berujung ricuh meletus di Minneapolis.