Muhammad Abdullah Azzam
17 September 2020•Update: 17 September 2020
Zafer Fatih Beyaz
ANKARA
Presiden Turki pada Rabu mengirimkan pesan ucapan selamat kepada perdana menteri baru Jepang.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengirim ucapan selamat kepada Yoshihide Suga, pemimpin baru Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, kata Direktorat Komunikasi Turki.
Suga menggantikan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang mengundurkan diri karena masalah kesehatan.
Presiden Erdogan menyoroti hubungan diplomatik Turki-Jepang yang meningkat setelah tenggelamnya kapal fregat Ottoman “Ertugrul” pada 16 September 1890, dan upaya penyelamatan Jepang serta keramahan yang ditunjukkan kepada awak kapal yang selamat.
Dia mengatakan tanggal terpilihnya Suga sangat berarti dan penting bagi hubungan bilateral.
Presiden Turki mengatakan dirinya berharap kedua pihak akan melanjutkan "persahabatan yang mengakar" berdasarkan kemitraan strategis yang didirikan pada 2013.
Erdogan juga memuji kontribusi Jepang untuk perdamaian dan stabilitas global.
Kedua negara, kata Erdogan, akan membimbing komunitas internasional dengan upaya bersama mereka yang tulus, dan akan bekerja sama erat dalam masalah bilateral, regional dan global.
Kapal Ottoman Fregat Ertuğrul
Sudah 130 tahun kapal fregat Ertugrul karam di tenggara perairan Jepang, insiden tersebut dianggap sebagai awal persahabatan Turki-Jepang.
Kapal Ertugrul dikirim ke Jepang pada Juli 1889 menanggapi kunjungan Pangeran Komatsu dari Jepang ke Istanbul pada Oktober 1887.
Kapal yang membawa 609 pelaut untuk misi diplomasi itu meninggalkan Jepang pada 15 September 1890 tetapi terjebak dalam topan yang melanda negara Asia Timur saat itu.
Kapal tersebut tenggelam di lepas pantai Prefektur Wakayama dalam perjalanan pulang pada 16 September, mengakibatkan hilangnya 533 pelaut dan perwira Turki, termasuk Laksamana Muda Utsmaniyah Ali Osman Pasha.
Upaya penyelamatan Jepang, bantuan dan dukungan yang ditunjukkan kepada para awak kapal yang selamat, menjadi pupuk untuk hubungan persahabatan antara dua bangsa.
Sebuah monumen untuk para martir didirikan pada tahun 1891 di Kushimoto, tempat kecelakaan itu terjadi.
Warisan tragis itu tetap hidup pada upacara peringatan yang diadakan setiap tahun di monumen tersebut.