Muhammad Abdullah Azzam
17 September 2020•Update: 17 September 2020
Fatjon Cuka, Dzihat Aliju
TIRANA, Albania
Turki adalah negara kunci yang dapat menjaga keamanan Eropa, ungkap Perdana Menteri Albania pada Rabu mendesak dialog antara Ankara dan Athena.
Berbicara pada konferensi yang diselenggarakan oleh majalah Inggris The Economist di ibu kota Yunani, PM Albania Edi Rama mengatakan negaranya memiliki hubungan kemitraan strategis dengan Yunani dan Turki.
“Hubungan Turki-Yunani berpotensi menguntungkan Eropa. Turki adalah kunci keamanan Eropa, sama seperti Yunani yang sangat penting bagi perbatasan Eropa,” ujar dia.
Rama menyerukan pembicaraan antara kedua pemerintah di tengah ketegangan yang tinggi sejak Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur bulan lalu.
"Tidak ada yang mudah tetapi hubungan konstruktif antara Yunani dan Turki dapat menambah nilai bagi seluruh Eropa," ungkap Rama.
Merujuk pada kesepakatan Makedonia Utara-Yunani atas perselisihan nama selama puluhan tahun, Rama mengatakan "perkembangan bersejarah" membawa pelajaran bagi semua pihak.
Tahun lalu, kedua negara mengesampingkan perbedaan mereka dan setuju untuk mengganti nama Makedonia menjadi "Republik Makedonia Utara".
Rama mengatakan negara wilayah Balkan Barat, di antaranya Makedonia Utara, Montenegro, Serbia, dan Kosovo, tidak memiliki alternatif lain selain menjadi bagian dari Uni Eropa (UE).
Mengenai hubungan Yunani-Albania, pemimpin Albania itu mengatakan dirinya mendukung penyelesaian sengketa perbatasan laut melalui pengadilan internasional atau “bantuan dari pihak ketiga.”
“Itu bisa adil dan objektif,” ujar dia.
Rama juga bertemu dengan sejawatnya dari Yunani Kyriakos Mitsotakis selama kunjungan tersebut.