Övünç Kutlu
27 Mei 2021•Update: 27 Mei 2021
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu mengatakan bahwa pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden selama KTT NATO bulan depan akan menandai dimulainya era baru.
"Kami peduli dengan aliansi lama, mengakar, dan multidimensi kami dengan AS. Meski ada perbedaan pandangan dari waktu ke waktu, kemitraan dan aliansi kami telah berhasil mengatasi semua jenis kesulitan," kata Erdogan dalam konferensi video.
"Dari Suriah hingga Libya, dan dari perang melawan terorisme hingga urusan energi, dan dari perdagangan hingga investasi, kami memiliki potensi kerja sama yang serius dengan AS," tutur dia.
Erdogan mengatakan bahwa Turki dan AS harus menghidupkan mekanisme strategi ekonomi dan kemitraan, dan dirinya menargetkan volume perdagangan USD100 miliar antara kedua negara.
Dia meminta AS untuk mengambil langkah yang lebih konstruktif di tengah tarif tambahan pada aluminium dan baja, dan mengatakan komentar Biden pada peristiwa 1915 telah membawa beban tambahan pada hubungan AS-Turki.
"Kami selalu mendukung perusahaan multinasional yang berinvestasi di negara kami, menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi kami," sebut dia.
"Dalam meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan kami, kami senang melihat bahwa pemerintahan baru AS memiliki keinginan yang sama seperti yang kami miliki," kata Erdogan, seraya mencatat bahwa Turki tidak pernah menggunakan kebijakan ekonomi proteksionisme selama pandemi virus korona.
Presiden Turki mengatakan tidak ada kemunduran rantai pasokan yang terlihat di negara lain selama pandemi di Turki.
"Kami membedakan secara positif selama ini di bidang investasi, ketenagakerjaan, produksi, logistik, keselamatan publik, dan dukungan sosial," imbuh dia.
Erdogan mencatat bahwa ekonomi Turki tumbuh 1,8 persen pada 2020 - tingkat pertumbuhan tertinggi di antara negara mana pun di antara G20 setelah China.