Merve Berker
22 Juni 2022•Update: 23 Juni 2022
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas membahas isu hubungan bilateral, perang Rusia-Ukraina, dan masalah regional lainnya melalui telepon pada Selasa, menurut Direktorat Komunikasi Turki.
Erdogan mengatakan kepada Kallas bahwa Turki mendorong Ukraina dan Rusia untuk kembali ke meja perundingan dan mereka sedang melakukan inisiatif untuk mengurangi dampak negatif perang terhadap kemanusiaan.
Presiden Turki menekankan bahwa Turki dan PBB melakukan upaya bersama untuk membantu ekspor biji-bijian Ukraina yang aman melalui Laut Hitam, yang akan efektif untuk mencegah krisis pangan global.
Sebelumnya pada hari yang sama, Erdogan berbicara juga dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tentang masalah ini dan dia menggarisbawahi bahwa harus ada solusi untuk masalah ekspor produk biji-bijian.
Ada banyak ton gandum Ukraina tertahan di pelabuhan karena konflik, yang menyebabkan kelangkaan global dan kenaikan harga.
Rusia, yang dituduh menggunakan makanan sebagai senjata, menyatakan bahwa sanksi Barat harus disalahkan atas kekurangan makanan global.
Erdogan mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin bahwa Turki melakukan upaya bersama untuk memastikan ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam, yang akan "efektif dalam mencegah krisis pangan global."