Muhammad Abdullah Azzam
08 Maret 2019•Update: 03 September 2019
Ömer Erdem
KHARTOUM
Presiden Sudan Omar al-Bashir mengatakan dialog akan menjadi dasar untuk mengatasi krisis yang tengah berlangsung di negaranya.
Dalam pidatonya di pertemuan Komite Koordinasi Tinggi Dialog Nasional di ibu kota, Bashir mengatakan bahwa pentingnya mengumumkan keadaan darurat dalam masalah ekonomi, dan perlawanan terhadap tindakan korupsi.
"Pertemuan itu menunjukkan perlunya mempersiapkan lingkungan bersama dengan para oposisi yang tidak melayani kepentingan negara," kata Bashir.
Negara bertekad untuk meningkatkan komunikasi dengan semua kekuatan politik dan upaya memastikan stabilitas politik dan perdamaian di masa yang akan datang, ungkap Bashir.
Pada pertemuan yang diboikot oleh sayap oposisi itu dihadiri oleh perwakilan dari Partai Kongres Rakyat, Partai Platform Perdamaian Adil, Partai Keadilan, Partai Kebebasan dan Keadilan, Partai Kebebasan dan Keadilan Nasionalis dan Partai Uni Demokratik.
Sudan telah diguncang gelombang protes sejak pertengahan Desember, karena warga kecewa dengan pemerintah yang gagal menangani krisis ekonomi di negara itu.
Sudan yang berpenduduk 40 juta jiwa berjuang untuk pulih setelah kehilangan sekitar tiga perempat dari produksi minyaknya karena Sudan Selatan memisahkan diri pada 2011.