Maria Elisa Hospita
11 Desember 2019•Update: 11 Desember 2019
Talha Ozturk
BEOGRAD
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengucapkan selamat kepada Peter Handke, yang memenangkan hadiah Nobel Sastra tahun ini.
"Terimalah ucapan selamat yang paling tulus dari saya. Penghargaan ini adalah untuk karya sastra Anda yang luar biasa, pengetahuan, kreativitas, keberanian, dan martabat Anda. Saya bangga Anda telah memperjuangkan cita-cita Anda," kata Vucic dalam pernyataan tertulis yang dirilis di situs resmi kepresidenan.
Vucic juga mengundang Handke untuk mengunjungi Serbia.
"Serbia menganggap Anda sebagai seorang sahabat," tambah presiden Serbia.
Namun kemenangan sastrawan asal Austria itu diwarnai kontroversi, kendati banyak pihak yang menentang penganugerahan tersebut.
Beberapa negara, termasuk Turki, memboikot upacara penghargaan.
Utusan Turki, Albania, Kosovo, dan Kroasia untuk Swedia pun menolak hadir di upacara penghargaan itu..
Handke, 77, menyatakan dukungannya secara terbuka kepada mendiang Slobodan Milosevic, pemimpin Serbia yang meninggal dunia pada 2006 saat diadili di pengadilan internasional di Den Haag atas tuduhan kejahatan perang dan genosida.
"Saya di sini untuk Yugoslavia, untuk Serbia, dan untuk Slobodan Milosevic," ujar dia ketika menghadiri pemakaman Milosevic.
Handke juga menyangkal genosida Bosnia 1992-1995 dan mengklaim bahwa Muslim Bosnia di Sarajevo bunuh diri massal.