Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Mei 2019•Update: 17 Mei 2019
Moses Michael-Phiri
BLANTYRE, MALAWI
Menjelang pemilihan umum 22 Mei, Presiden Malawi Peter Mutharika membubarkan kabinet negara yang beranggotakan 20 menteri, Rabu.
Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Kabinet Lloyd Muhara mengatakan hingga pengangkatan kabinet baru, semua tugas, fungsi dan tanggung jawab menteri akan dilaksanakan oleh Mutharika.
"Semua pertanyaan atau masalah harus diarahkan ke kantor presiden dan kabinet," kata Muhara.
Analis politik di Universitas Malawi, Mustaf Hussein, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pembubaran itu sejalan dengan konstitusi negara yang mengamanatkan presiden untuk membubarkan kabinet setiap saat sesuai kehendaknya, termasuk menjelang pemilu.
"Kabinet dibubarkan guna mencegah menteri menggunakan sumber daya negara untuk kampanye," ujar Hussein.
Presiden menghadapi penentangan dari dua menteri di kabinet, namun, saingan utamanya adalah mantan pastor gereja dan pemimpin oposisi Partai Kongres Malawi (MCP) Lazarus Chakwera.
Mutharika menjadi presiden setelah mengalahkan calon petahana, yang juga pemimpin wanita kedua di Afrika, Joyce Banda, pada 2014.
Banda menarik diri dari pemilihan presiden tahun ini dan memilih untuk mendukung Chakwera.
Warga Malawi akan memilih presiden, 193 anggota parlemen dan 462 anggota dewan pemerintah daerah.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Malawi, 6,5 juta orang terdaftar untuk memilih di negara yang berpenduduk hampir 20 juta itu.