Maria Elisa Hospita
18 September 2019•Update: 19 September 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Prancis akan mengirim tim ahli ke Arab Saudi untuk membantu penyelidikan serangan pesawat tak berawak ke dua fasilitas minyak Aramco akhir pekan lalu.
Menurut Istana Elysee, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menghubungi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman via telepon.
Macron mengutuk serangan itu dan menyatakan solidaritas dengan Riyadh.
Macron juga meyakinkan bin Salman bahwa Paris berkomitmen terhadap keamanan Arab Saudi serta keamanan regional.
Pada Senin, kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Pasca serangan drone, produksi minyak Riyadh telah menurun jadi 5,7 juta barel, atau lebih dari setengah produksi minyak kerajaan yang berkisar 9,7 juta barel per hari.
Namun, pada Selasa, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pasokan minyak sudah kembali normal.
*Ditulis oleh Diyar Guldogan