Marıa Elısa Hospıta
05 Februari 2020•Update: 06 Februari 2020
Cindi Cook
PARIS
Pasukan keamanan Prancis mengevakuasi lebih dari 427 migran dan menggusur 266 kamp dari permukiman ilegal di Porte de la Villette di sepanjang kanal Saint-Denis pada Selasa pagi.
Itu merupakan upaya terbaru Prancis untuk mengusir para migran dari utara Kota Paris.
Polisi memulai operasi penggusuran sejak pukul 06.00 waktu setempat (1200GMT), dan area kamp itu sudah kosong pada pukul 08.00 (1400GMT).
Para migran, empat di antaranya adalah perempuan, dipindahkan dengan bus menuju tempat penampungan di Ile de France.
Hampir semua migran berasal dari Eritrea dan Somalia.
Penggusuran itu dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner menginstruksikan penutupan kamp-kamp migran ilegal di ibu kota.
"Evakuasi di Porte de la Villette dilakukan untuk mengurangi risiko keamanan dan kesehatan di area tersebut," kata polisi Paris via Twitter.
Sebuah kamp besar ditutup di Calais pada 2016, sehingga para pengungsi pindah ke Paris dan mendirikan kamp mereka di pinggiran kota, Boulevard Périphérique.