Shenny Fierdha Chumaira
01 Juni 2018•Update: 02 Juni 2018
Mumin Altas
GIRESUN/ORDU
Turki akan membasmi teroris dari Eufrat Timur seperti yang dilakukan oleh pasukan Turki di sebelah barat sungai, kata Perdana Menteri Binali Yildirim pada Kamis.
"Bagian barat Eufrat sudah aman. Bagian timurnya juga akan diamankan. Tidak ada cara lain. Kita tidak bisa hidup berdampingan dengan teror. Kita tidak mengizinkannya," kata Yildirim.
Dia saat itu sedang berada di provinsi Giresun di Laut Hitam untuk menghadiri apel politik.
"Kami telah melaksanakan Operasi Perisai Eufrat dan Operasi Afrin. Ini bukan tugas kecil. Berkat Allah, kami berhasil menghancurkan lingkaran teror ini yang berupaya untuk berdiri di perbatasan selatan kami," ungkap Yildirim.
Operasi Perisai Eufrat berlangsung dari Agustus 2016 sampai Maret 2017 untuk menumpas ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.
Yildirim menambahkan bahwa isu Manbij kembali muncul karena desakan Turki.
Turki dan Amerika telah membuat peta jalan untuk kerjasama di Manbij yang terletak di Suriah Utara, jelas Menteri Luar Negeri pada Jumat.
Amerika dan Turki telah menciptakan mekanisme untuk mengatasi isu berbeda dalam kelompok kerja, termasuk upaya stabilisasi Manbij dan untuk mencegah bentrok yang tidak diinginkan, menyusul kunjungan dari mantan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson ke ibu kota Ankara pada Februari.
Manbij, kota yang dikuasai oleh YPG/PKK, telah menimbulkan gesekan pada hubungan AS-Turki, dengan Turki menolak AS untuk bekerja sama dengan teroris YPG/PKK, menuntut agar kelompok itu mundur.
Dukungan militer AS untuk kelompok teroris di Manbij telah menegangkan hubungan antara Ankara dengan Washington, dan telah menimbulkan ketakutan akan adanya bentrok militer antara dua sekutu NATO, sebab ada sekitar 2.000 pasukan AS di kota itu.
Pada Januari ini, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah Utara, untuk membasmi kelompok teroris di daerah itu. Setelah membebaskan kota Afrin, Ankara mengatakan bahwa operasinya akan diluaskan sampai ke timur Manbij, kecuali kelompok teroris YPG/PKK hengkang dari kota berlokasi strategis itu.
Parlemen kuat
Saat menghadiri acara buka puasa di utara provinsi Ordu, Yildirim mengatakan: "Kita membutuhkan parlemen yang kuat untuk bertahan dan menghancurkan permainan yang ada di negara kita, di wilayah kita."
Menegaskan pentingnya pemilihan umum pada 24 Juni mendatang untuk "masa depan cerah anak-anak", dia mengungkapkan: "Kami akan mewujudkan perubahan dan berjalan menuju target besar, atau seperti yang dibilang oleh pihak oposisi, kami tidak akan membuat kemajuan dan akan kembali dengan menghentikan seluruh investasi."
Perdana Menteri juga mengungkapkan bahwa sistem parlementer telah menimbulkan masalah, kudeta, dan ketidakmandirian. "Ini menghabiskan energi Turki dan menghabiskan waktu kita."
Jika Partai AK memasuki parlemen dengan kuat dan Erdogan menang, "birokrasi akan semakin terakselerasi dan begitu pun hal lainnya," ujar dia.
Turki akan menyelenggarakan pemilihan presiden dan parlementer pada 24 Juni.
Erdogan sudah menjabat sebagai presiden sejak 2014 – presiden pertama Turki yang dipilih secara populer. Sebelumnya dia menjabat sebagai perdana menteri pada 2003 sampai 2014.
Kalau dia memenangkan pemilihan 24 Juni mendatang, Erdogan akan menjadi pemimpin Turki pertama di bawah sistem presidensial.