Pizaro Gozali İdrus
12 November 2017•Update: 13 November 2017
Pizaro Gozali Idrus
JAKARTA
Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia menggelar pertemuan mahasiswa alumni Turki di Indonesia untuk mempererat hubungan kedua negara.
Duta besar Turki untuk Indonesia, Sander Gurbuz mengatakan peran alumni Turki di Indonesia sangat strategis. Dia berharap alumni bisa berkontribusi besar membangun hubungan Turki dan Indonesia.
“Saya berharap kalian dapat membuka jalan karena kalian sudah belajar di Turki selama ini. Saya menganggap kalian saudara,” ujar Sander di Jakarta, Sabtu malam.
Sander mengatakan belum banyak aspek perdagangan yang terlaksana antara Indonesia dan Turki. Presiden Joko Widodo menginginkan hubungan perdagangan kedua negara ini bisa ditingkatkan.
“Di masa depan akan banyak kerja sama antara Indonesia dan Turki. Di sini peran alumni sangat dibutuhkan,” kata dia.
Sander mengatakan nilai perdagangan Indonesia dan Turki saat ini mencapai 5 miliar USD. Dalam 10 tahun kedepan, Turki menargetkan nilai kerjasama mencapai 10 miliar USD.
Alumni Turki Agung Sudrajat mengucapkan rasa terimakasih kepada pemerintah Turki yang telah memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Belajar di Turki adalah pengalaman berharga untuk bisa mengenal dunia.
Dia mengatakan banyak alumni Turki kini telah bekerja di perusahaan prestisius dan institusi pemerintahan. Diprediksi alumni Turki akan memegang peranan besar dalam pembangunan di Indonesia.
“Kita akan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki,” ujar pria yang merampungkan Master Hukum Uni Eropa di Dokuz Eylul University pada tahun 2016 ini.
Agung menambahkan pertemuan alumni Turki adalah awal mula yang baik. Dia berharap ada pertemuan lanjutan untuk memperkuat hubungan kedua negara.
“Saya mengundang semua teman-teman alumni Turki untuk bisa mewujudkan rencana itu dan saya percaya Kedubes Turki mendukung cita-cita mulia ini,” kata Agung yang akan berangkat ke Oslo untuk menjadi staff Kedutaan Besar Indonesia untuk Norwegia.