Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 November 2018•Update: 14 November 2018
Yusuf Hatip
PALERMO, Italia
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan dia menyesalkan penarikan Turki dari konferensi Libya pada Selasa.
“Saya menyesalkan tindakan Wakil Presiden Turki Fuat Oktay yang meninggalkan konferensi. Saya membaca pernyataannya dan saya tidak melihat ada yang negatif tentang Italia. Kita harus mengakui bahwa mungkin ada kepekaan khusus dalam keputusan semacam itu,” kata Conte kepada pada konferensi pers setelah acara tersebut.
Oktay meninggalkan konferensi saat acara masih berlangsung, mengatakan bahwa beberapa pihak memiliki pendekatan yang menyesatkan dan merugikan untuk masalah ini.
Sang Wakil Presiden bertemu Conte pada Senin dan membahas hubungan bilateral, menurut sumber kepresidenan Turki.
Mereka juga berbicara tentang solusi yang langgeng untuk Libya, menekankan pada integritas teritorial, kedaulatan, dan kesatuan politik.
Oktay dan Conte juga membahas penyelesaian proyek bersama yang cepat dan peluncuran proyek-proyek baru antara Ankara dan Roma.
Libya dirundung gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO berhasil menggulingkan pemerintahan dan menewaskan Muammar Gaddafi, yang telah berkuasa selama lebih dari empat dekade.
Perpecahan politik Libya memicu persaingan antara dua poros kekuasaan, yaitu pemerintah persatuan nasional yang diakui secara internasional yang berbasis di Tripoli, dan pemerintah yang didukung oleh majelis legislatif yang berbasis di kota Tobruk di bagian timur.