Muhammad Abdullah Azzam
18 Maret 2021•Update: 19 Maret 2021
Ahmet Gürhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu mengatakan dirinya akan "segera" menerima suntikan vaksin Covid-19 Oxford/AstraZeneca.
Menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen, Johnson mengatakan dia senang mengetahui bahwa dia akan mendapat suntikan vaksin tersebut.
PM Inggris mengungkapkan hal itu di tengah diskusi mengenai vaksin AstraZeneca karena banyak negara Eropa telah melarang penggunaannya untuk sementara waktu karena kekhawatiran bahwa vaksin itu dapat menyebabkan pembekuan darah.
Johnson menanggapi pertanyaan Anggota Parlemen Konservatif Steve Brian tentang mengapa beberapa negara Uni Eropa telah meninggalkan bukti ilmiah sehubungan dengan larangan tersebut.
Banyak negara di seluruh benua telah menangguhkan penggunaan vaksin sementara mereka mencari klarifikasi lebih lanjut tentang keamanannya.
Denmark adalah negara pertama yang menghentikan penggunaan vaksin dan diikuti oleh Norwegia dan Islandia.
Prancis, Jerman, Spanyol, dan Italia juga termasuk di antara negara-negara yang menangguhkan peluncuran vaksin yang sama, dan sejumlah negara itu mengatakan mereka akan menunggu hasil investigasi oleh European Medicines Agency (EMA).
Di sisi lain, Belgia, Polandia, Republik Ceko dan Ukraina mengatakan mereka akan terus menggunakan vaksin tersebut.
WHO mengatakan tidak ada bukti bahwa gumpalan darah itu terkait dengan vaksin, lembaga kesehatan PBB itu mendesak semua negara untuk tidak menghentikan program vaksinasi mereka.