GLASGOW, Skotlandia
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Selasa malam mengatakan bahwa “beberapa kemajuan telah dicapai” selama Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 di Glasgow, Skotlandia, yang dihadiri banyak pemimpin dunia dan ribuan delegasi.
Menutup pertemuan para pemimpin dunia di KTT COP26, Johnson mengatakan dana publik terbesar yang pernah ada untuk memerangi perubahan iklim dikumpulkan melalui janji selama pertemuan.
Dia menambahkan bahwa 90 persen dunia kini telah menyatakan komitmen untuk mencapai target emisi nol bersih, termasuk India.
“Kami akan terus bekerja dengan para pemimpin dunia untuk mencapai titik nol karbon lebih cepat,” ujar Johnson.
“Kita harus berhati-hati untuk menjaga dari harapan palsu, jalan masih sangat panjang. Saya optimis dengan kehati-hatian,” imbuh dia.
Johnson mengatakan ada yang telah berkomitmen miliaran dolar untuk mendukung negara berkembang dan rentan untuk mendukung mereka dalam mencapai target bebas emisi.
“Itu semua terjadi karena kami bisa berkumpul di Glasgow,” tutur dia.
Johnson juga mengatakan bahwa jam dalam "skenario hari kiamat masih terus berdetak" tetapi "kami memiliki tim penjinak bom di lokasi dan mereka mulai memotong beberapa kabel, beberapa kabel yang tepat saya harap."
“Para pemimpin dunia mungkin akan pergi, tetapi mata dunia tertuju pada negosiator kami dan kami memiliki nomor Anda,” kata Johnson, yang akan terbang kembali ke London pada Selasa malam.
Pidato Johnson menandai berakhirnya KTT para pemimpin dalam COP26, yang mana acara itu akan berakhir pada 12 November.
Lebih dari 100 pemimpin dunia pada Senin menandatangani deklarasi yang berkomitmen untuk menghentikan dan membalikkan kehancuran hutan dan degradasi lahan pada 2030.
Berdasarkan perjanjian tersebut, 12 negara juga berjanji untuk menggelontorkan USD12 miliar dana antara tahun 2021 dan 2025 untuk melindungi dan memulihkan hutan, dan tambahan USD7,2 miliar akan disediakan oleh investor swasta.