Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
13 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
Hassan Isilow
PRETORIA
Perdana Menteri Abiy Ahmed Ali pada Minggu menanggapi keluhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini tentang Hadiah Nobel Perdamaian 2019.
Dia mengatakan keluhan Trump seharusnya diajukan ke komite seleksi.
"Masalah Presiden Trump harus disampaikan ke komite Hadiah Nobel Perdamaian. Saya tidak tahu bagaimana mereka memilih seseorang," kata Ali dalam menjawab pertanyaan wartawan di ibu kota Afrika Selatan, Pretoria.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dia berhak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian karena berhasil menyelesaikan konflik perbatasan Ethiopia dengan Eritrea yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Abiy mengatakan upaya yang dia lakukan tidak bertujuan untuk mendapatkan hadiah, tetapi karena perdamaian sangat penting bagi wilayah tersebut.
Dia menambahkan bahwa jika Trump mengeluh, masalah tersebut harus diselesaikan di Oslo, bukan Ethiopia.
Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa dia diabaikan dalam Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu.
“Saya membuat kesepakatan. Saya menyelamatkan sebuah negara, dan saya baru saja mendengar bahwa kepala negara itu sekarang mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian karena menyelamatkan negara. Saya berkata 'Apa, apakah ada hubungannya dengan itu?' Ya, tapi Anda tahu, begitulah adanya,” kata Trump dalam sebuah kampanye di Toledo, Ohio, Kamis.
Trump tidak menyebut nama pemimpin negara itu, tetapi dia secara jelas merujuk pada perdana menteri Ethiopia, yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2019.
Para ahli mengatakan kesepakatan yang dimaksud Trump adalah tawarannya untuk membantu menengahi perselisihan antara Ethiopia, Mesir dan Sudan terkait usulan bendungan di Sungai Nil.
Komite Hadiah Nobel Perdamaian mengatakan Abiy, pemimpin termuda Afrika berusia 43 tahun, dianugerahi hadiah karena menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga Eritrea.
Kedua negara bertempur dalam perang perbatasan pada 1998-2000, yang menyebabkan kematian sekitar 80.000 orang dan hubungan buruk selama dua dekade.
Abiy juga memperjuangkan reformasi politik dan sosial di Ethiopia, sebuah negara yang sebelumnya diperintah oleh para pemimpin yang dituduh tidak simpatik kepada rakyatnya.
Dia juga mempromosikan kesetaraan gender di Ethiopia serta pembebasan tahanan politik dan jurnalis serta berkomitmen untuk melaksanakan pemilu nasional akhir tahun ini.