Maria Elisa Hospita
22 April 2019•Update: 22 April 2019
Dzihat Aliju
SKOPJE
Presiden baru Makedonia Utara akan dipilih dalam pemilihan presiden putaran kedua yang rencananya akan digelar pada 5 Mei.
Warga akan dihadapkan pada dua pilihan, Stevo Pendarovski - yang didukung oleh pemerintah - dan Gordana Siljanovska Davkova, satu-satunya kandidat perempuan yang didukung oposisi.
Berdasarkan hasil putaran pertama, Pendarovski, kandidat dari Partai Sosial Demokrat (SDSM) yang berkuasa, memenangkan 42,4 persen suara, sedangkan kandidat oposisi, Davkova meraih 41,1 persen.
Hampir 4,5 persen suara dinyatakan tidak sah dan jumlah pemilihnya, sekitar 40 persen, merupakan tingkat terendah sepanjang sejarah negara itu.
Stevo Pendarovski mendapat dukungan dari 31 partai politik, termasuk Union of Social Democrats of Macedonia (SDSM), Democratic Union for Integration (BDI), AlternAtivA, Turkish Movement Party (THP), dan Turkish Democratic Party (TDP).
Sementara itu, Gordana Siljanovska Davkova, didukung oleh serikat oposisi utama. Jika terpilih, dia akan membatalkan kesepakatan perubahan nama negara.
Juni lalu, Makedonia Utara sepakat untuk mengubah namanya, karena Yunani menyatakan keberatan jika Makedonia Utara bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.
Sebanyak 1,8 juta warga Makedonia Utara memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan umum.
Sejak Makedonia mendeklarasikan kemerdekaan dari bekas Yugoslavia pada 1991, negara itu telah memiliki empat presiden.
Di bawah Konstitusi, seorang presiden dapat dipilih maksimal dua kali.
*Laporan ini ditulis oleh Gozde Bayar