Maria Elisa Hospita
12 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Ovunc Kutlu
ANKARA
Dua perusahaan besar minyak Amerika Serikat, ConocoPhillips dan Hess Corporation, meningkatkan prospek produksi minyak mereka untuk tahun depan, meskipun anggaran belanja modalnya tak berubah dari tahun ke tahun.
ConocoPhillips, yang merupakan perusahaan eksplorasi independen terbesar di dunia berdasarkan produksi dan cadangan, mengungkapkan harapan mereka untuk dapat memproduksi 1,3-1,35 juta boed (setara barel minyak per hari) pada 2019.
Pada Juli, panduan produksi perusahaan selama 2018 adalah antara 1,22 - 1,25 juta boed, atau lebih rendah 6,5 - 8 persen dari prospek produksinya untuk 2019.
Prospek produksi itu tidak termasuk output dari Libya.
Perusahaan mempertahankan anggaran belanja modalnya pada sekitar USD6,1 miliar.
Sementara itu, perusahaan energi Hess Corporation mengungkapkan produksi minyaknya untuk tahun 2019 adalah sekitar 270.000 - 280.000 boed.
Tahun ini, produksi minyak perusahaan adalah sekitar 245.000, tidak termasuk dari Libya. Modal perusahaan dan anggaran eksplorasi juga tidak berubah dari tahun lalu, yaitu USD2,9 miliar.
Lewat sebuah pernyataan, CEO Hess John Hess mengatakan bahwa perusahaannya akan memfokuskan pengeluaran pada peluang investasi dengan pengembalian yang tinggi, dan mengurangi biaya untuk meningkatkan profit.
Selain ConocoPhillips dan Hess Corporation, perusahaan energi terbesar kedua di AS, Chevron, pekan lalu menyampaikan niatnya untuk meningkatkan anggarannya untuk pertama kalinya dalam empat tahun.
Mereka akan meningkatkan program pengeluaran modal dan eksplorasi untuk 2019 menjadi USD20 miliar.
"Investasi kami berlabuh pada proyek-proyek siklus pendek dengan pengembalian tinggi, dengan lebih dari dua pertiga pengeluaran diproyeksikan untuk merealisasikan arus kas dalam kurun waktu dua tahun," kata CEO Michael K. Wirth dalam sebuah pernyataan.
Desember tahun lalu, perusahaan itu mengumumkan program pengeluaran modal dan eksplorasi sebesar USD18,3 miliar untuk 2018.