Diyar Guldogan
11 Oktober 2024•Update: 18 Oktober 2024
WASHINGTON
Israel sedang melakukan operasi "terbatas" di perbatasan Lebanon untuk menyingkirkan infrastruktur kelompok Hizbullah, kata Pentagon pada Kamis.
"Semua indikasi yang kami miliki saat ini menunjukkan bahwa Israel terus melakukan operasi darat terbatas di perbatasan untuk menyingkirkan infrastruktur militer Hizbullah," kata Sekretaris Pers Mayjen Pat Ryder kepada wartawan.
Ryder mengatakan keamanan dan stabilitas jangka panjang dapat dicapai melalui cara diplomatik.
"Soal operasi darat, apa yang terus kita lihat cakupannya terbatas," ujar dia.
AS terus melakukan perbincangan dengan mitra-mitra Israelnya dalam hal skala dan cakupan dari apa yang mereka lakukan, kata Ryder.
Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon terhadap apa yang diklaimnya sebagai target Hizbullah sejak 23 September yang telah menewaskan lebih dari 1.323 orang dan melukai hampir 3.700 orang.
Operasi udara tersebut merupakan eskalasi perang lintas batas yang telah berlangsung setahun antara Israel dan Hizbullah sejak dimulainya serangan brutal Tel Aviv di Jalur Gaza.
Meski ada peringatan internasional bahwa kawasan Timur Tengah berada di ambang perang regional di tengah serangan gencar Israel terhadap Gaza dan Lebanon, Tel Aviv memperluas konflik dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober.