05 Agustus 2017•Update: 06 Agustus 2017
YERUSALEM
Polisi mencurigai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan, begitu dilaporkan media lokal pada Kamis malam soal kelanjutan investigasi korupsi yang sedang berlangsung.
'Pencerahan' ini terjadi setelah sidang dengar pendapat di mana dikatakan oleh jaksa penuntut kalau mereka bekerja sama dengan mantan orang kepercayaan Netanyahu, tulis koran Haaretz.
Kabarnya, jaksa ingin menghadirkan kesaksian dari mantan kepala staff Ari Harrow tentang dua kasus gratifikasi, yakni pemberian hadiah kepada Netanyahu dan keluarganya dari seorang pebisnis dan perjanjian yang dibuat Netanyahu dengan sebuah surat kabar.
Perdana Menteri ini telah diperiksa polisi beberapa waktu lalu karena dugaan-dugaan di atas.
Netanyahu menyangkal semua tuduhan. Dalam sebuah pernyataan, kantor perdana menteri berkata, "Kami menplak semua tuduhan tak berdasar untuk Perdana Menteri.
"Kampanye untuk menggulingkan pemerintahan akan terjadi, tapi proses ini akan gagal karena alasan sederhana: tidak akan ada bukti karena memang tidak ada yang terjadi."
Jika Harow benar memberikan kesaksian menentang mantan atasannya, maka kesempatan Netanyahu untuk dipidana akan lebih besar.
Walaupun tidak akan dipaksa turun kalau dipidana, tekanan untuk mundur akan sangat besar setelah Netanyahu berkuasa selama 11 tahun. Salah satu kasus yang diinvestigasi, yang dikenal dengan nama Case 1.000, melibatkan produser Hollywood Arnon Milchan, yang konon diduga membalikan barang-barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.
Case 2.000 terkait dengan lobi-lobi untuk pemberitaan bagus soal dirinya dengan Arnon Mozes, yang merupakan pemilik koran Yedioth Ahronoth.
Detail dari semua kasus ini dikumpulkan menjadi satu dokumen dan dikirim kepada Pengadilan Rishon Lezion Magistrate, yang memicu pembahasan media soal negosiasi jaksa penuntut dengan Harow.
Pengadilan mengatakan kasus yang menjerat Netanyahu berkaitan dengan "kecurigaan penegak hukum akan pelanggaran hukum penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan publik".
Harow adalah Kepala Staf Netanyahu tahun 2008, ketika dia masih menjadi pemimpin oposisi. Dia kembali bekerja dengan perdana menteri pada 2014 tapi mengundurkan diri setahun kemudian karena dugaan korupsi.