Maria Elisa Hospita
18 Februari 2021•Update: 18 Februari 2021
Shweta Desai
PARIS
Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) pada Rabu mendesak Rusia untuk segera membebaskan pemimpin oposisi Alexey Navalny.
ECHR mengatakan pihaknya telah meninjau permohonan yang diajukan oleh Navalny pada 20 Januari untuk pembebasannya.
Dalam surat balasannya atas pertanyaan ECHR tentang tindakan pengamanan di dalam tahanan, pemerintah Rusia mengatakan Navalny ditahan di fasilitas yang dijaga baik dan ketat.
Rusia menjelaskan bahwa Navalny memiliki akses komunikasi. Artinya, dia masih diizinkan melakukan panggilan telepon.
Navalny juga diperbolehkan menerima kunjungan pengacara dan anggota komisi pengawas publik.
Meskipun begitu, ECHR tetap memutuskan untuk meminta pemerintah Rusia membebaskan Navalny karena perlindungan kesehatannya dianggap tidak terpenuhi.
Aktivis antikorupsi berusia 44 tahun itu diracun agen saraf pada Agustus tahun lalu.
Setelah sembuh, dia kembali ke Rusia pada Januari dan langsung ditahan.
Pengadilan Moskow memvonis Navalny dua tahun delapan bulan penjara karena melanggar pembebasan bersyarat terkait kasus pencucian uang tahun 2014.
Penangkapan dan penahanan Navalny memicu protes di Rusia dan kecaman internasional dari pemerintah di Eropa dan Amerika Serikat yang menuntut pembebasannya.