Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Oktober 2018•Update: 11 Oktober 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mengatakan bahwa negaranya siap membantu dengan cara apa pun dalam pencarian jurnalis Arab Saudi yang hilang di Istanbul.
"Dunia yang bebas layak mendapat jawaban," kata Pence saat wawancara radio dengan Hugh Hewitt.
"Kekerasan terhadap jurnalis harus dikutuk, tetapi pada titik ini, kita tidak tahu apa yang terjadi. Kami akan terus meminta jawaban dan akan terus mengungkapkan perhatian tulus rakyat Amerika untuk jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, yang telah menghilang." tambahnya.
Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz meminta bantuan kepada presiden Amerika Serikat Selasa malam di Washington Post, surat kabar tempat Khashoggi biasa menuliskan opininya sebelum dia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, setelah itu dia belum terlihat lagi.
"Ini memang benar. Dia memasuki konsulat dan tidak ada bukti bahwa dia keluar," tulis Cengiz .
"Pada saat ini, saya mohon kepada Presiden Trump dan ibu negara Melania Trump untuk membantu memperjelas situasi hilangnya Jamal. Saya juga mendesak Arab Saudi, terutama Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman, untuk menunjukkan tingkat sensitivitas yang sama dan merilis rekaman CCTV dari konsulat," tambahnya.
Sumber keamanan Turki mengidentifikasi delapan dari 15 tersangka terkait dengan hilangnya Khashoggi pada Rabu.
Menurut polisi Turki, ketika Khashoggi ada di dalam, 15 orang Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan memasuki konsulat.
Kejaksaan Istanbul sedang menyelidiki insiden itu, sementara konsulat mengatakan di akun Twitter-nya bahwa mereka berkoordinasi dengan pihak berwenang Turki.
Sebelumnya pada Senin, Turki menyampaikan harapannya tentang kerja sama penuh dari Arab Saudi untuk mencari jurnalis Saudi yang hilang.
Pada Selasa, Arab Saudi mengundang para ahli dan pejabat Turki untuk mengunjungi Konsulatnya di Istanbul.