Ömer Koparan, Mustafa Deveci, Muhammad Abdullah Azzam
30 Januari 2026•Update: 05 Februari 2026
DAMASKUS
Pemerintah Suriah dan kelompok YPG dilaporkan mencapai kesepakatan baru yang mencakup gencatan senjata serta integrasi bertahap struktur militer dan administratif, di tengah upaya meredakan konflik dan menstabilkan wilayah utara Suriah.
Televisi pemerintah Suriah, mengutip sumber-sumber pemerintahan, melaporkan bahwa Damaskus dan YPG menyepakati sebuah mutabakat komprehensif yang mencakup penghentian pertempuran serta integrasi bertahap kekuatan militer dan administrasi kedua pihak.
Kesepakatan tersebut antara lain mengatur pemberlakuan gencatan senjata antara pasukan pemerintah Suriah dan unsur-unsur YPG, serta penggabungan struktur militer dan administratif secara bertahap.
Dalam kerangka kesepakatan itu, kedua pihak juga sepakat menarik pasukan dari garis kontak dan memperkuat stabilitas keamanan, termasuk dengan mengizinkan pasukan keamanan di bawah Kementerian Dalam Negeri Suriah memasuki pusat kota Haseke dan Kamishli.
Selain itu, disepakati pula dimulainya proses integrasi pasukan keamanan di wilayah tersebut, pembentukan satu divisi militer yang mencakup tiga brigade yang sebelumnya berada di bawah YPG, serta pembentukan satu brigade dari pasukan Ain al-Arab yang akan dimasukkan ke dalam divisi militer di Provinsi Aleppo.
Kesepakatan tersebut juga mencakup penggabungan lembaga-lembaga pemerintahan sipil yang dikelola YPG di wilayah yang mereka kuasai ke dalam institusi resmi negara Suriah, dengan jaminan keberlanjutan status kepegawaian para pegawai sipil.
Pemerintah Suriah dan YPG juga dilaporkan sepakat mengenai pengaturan hak-hak sipil dan pendidikan bagi komunitas Kurdi di Suriah, serta jaminan kepulangan warga yang mengungsi ke daerah asal mereka.
Menurut laporan tersebut, kesepakatan ini bertujuan menjaga keutuhan wilayah Suriah, menegakkan hukum, memperkuat kerja sama antar pihak terkait, serta mendorong integrasi penuh demi mendukung upaya rekonstruksi negara.
Sebelumnya, militer Suriah melancarkan operasi terhadap YPG di wilayah barat Sungai Efrat pada 16 Januari, yang kemudian meluas ke wilayah timur dengan dukungan kelompok-kelompok suku. Operasi tersebut membuat sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai YPG kembali berada di bawah kendali pemerintah Suriah.
Damaskus dan YPG sebelumnya juga sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata dan integrasi penuh pada 18 Januari, yang antara lain mengatur penarikan YPG dari Provinsi Raqqa dan Deir ez-Zor, penyerahan institusi publik di Haseke kepada negara, serta penguasaan seluruh perbatasan dan sumber energi oleh otoritas pusat.
Namun, bentrokan kembali pecah pada 19 Januari setelah YPG dinilai tidak mematuhi kesepakatan tersebut. Pemerintah Suriah kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 20 Januari dan memberikan tenggat waktu empat hari kepada YPG untuk melaksanakan proses integrasi, sebelum gencatan senjata itu diperpanjang selama 15 hari pada 24 Januari.