30 September 2017•Update: 01 Oktober 2017
Ilker Girit
ISTANBUL
Saat ini, krisis kemanusiaan di Yaman adalah yang terbesar di dunia, di mana hampir 70 persen populasinya membutuhkan bantuan kemanusiaan, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis.
"Sebanyak 7,3 juta jiwa berada dalam keadaan memprihatinkan," kata Kate Gilmore, Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dalam sesi sidang ke-36 Dewan HAM di Jenewa.
Gilmore menyebutkan bahwa dari jumlah populasi yakni 27,4 juta jiwa, sebanyak 18,8 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan 10,3 juta membutuhkan bantuan darurat.
Lebih dari tiga juta jiwa terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka dan lebih dari 680.000 kasus kolera tercatat sejak April tahun ini.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
"Penyerangan, blokade, dan pembatasan berdampak besar pada ketersediaan dan aksesibilitas barang dan jasa, termasuk bantuan kemanusiaan," jelas Gilmore.
Menurut pejabat PBB, perang saudara Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 jiwa dan menyebabkan lebih dari 11 persen dari keseluruhan populasi mengungsi.