Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Bayram Altug
JENEWA
Kepala Hak Asasi Manusia PBB memperingatkan bahwa sanksi AS terhadap perusahaan minyak Venezuela dapat memperburuk krisis ekonomi negara itu, Rabu.
Michelle Bachelet mengatakan bahwa sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan minyak Venezuela dapat memperburuk situasi ekonomi Venezuela dan berkontribusi memperburuk krisis ekonomi.
Berbicara kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Bachelet menyatakan bahwa pemadaman listrik baru-baru ini di Venezuela mengganggu akses masyarakat ke makanan, air dan perawatan medis.
Venezuela mengalami pergolakan krisis kemanusiaan dan politik setelah Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Ketegangan meningkat ketika Guaido mendeklarasikan dirinya bertindak sebagai presiden pada 23 Januari, sebuah langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Amerika Serikat dan puluhan negara lain mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela, sementara Maduro menegaskan bahwa dia menjadi target kudeta yang diatur oleh AS.
Kebuntuan politik terjadi ketika Venezuela bergulat dengan krisis ekonomi yang memburuk, yang telah menyebabkan meluasnya kekurangan barang di seluruh negeri dan putusnya jaringan listrik nasional selama seminggu.
Ekonomi Venezuela mengalami penurunan tajam menyusul penurunan harga minyak mentah global, yang merupakan ekspor utama negara itu.
Washington telah memimpin kampanye internasional untuk menerapkan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara dan memasukkan sejumlah pejabat Venezuela yang setia kepadanya ke dalam daftar hitam.