Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Oktober 2020•Update: 16 Oktober 2020
Zehra Nur Duz
ANKARA
Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mengumumkan pada Kamis bahwa delegasi dari Dewan Tinggi Negara Libya dan Dewan Perwakilan Rakyat yang berbasis di Tobruk setuju untuk mengakhiri masa transisi dan memulai fase permanen.
"Kedua belah pihak, yang bertemu pada 11-13 Oktober di Kairo untuk membahas pengaturan konstitusional, juga sepakat untuk mempertahankan pembicaraan guna mencapai solusi permanen untuk krisis yang sedang berlangsung," kata UNSMIL melalui Twitter.
Misi tersebut mengatakan pihaknya berharap keputusan tersebut akan memfasilitasi diskusi tentang pengaturan konstitusional selama Forum Dialog Politik Libya dan berkontribusi untuk membuka jalan menuju penyelesaian politik.
UNSMIL mengumumkan pada 10 Oktober bahwa Tunisia akan menjadi tuan rumah Forum Dialog Politik Libya, yang akan mempertemukan partai-partai politik pada awal November.
Pemerintah Libya mengumumkan gencatan senjata pada 21 Agustus dan memerintahkan militer untuk menghentikan operasi terhadap milisi panglima perang Khalifa Haftar.
Sejak saat itu, tentara telah melaporkan sejumlah pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh milisi.
Upaya diplomatik telah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir untuk menyelesaikan konflik menyusul kemenangan tentara melawan milisi.
Libya telah dilanda perang sipil sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Khadafi pada 2011.
Pemerintah Libya didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, namun upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan Haftar.
PBB mengakui pemerintah Fayez al-Sarraj sebagai otoritas sah negara itu, sementara Tripoli telah memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang merenggut ribuan nyawa.