Merve Gül Aydoğan Ağlarcı
18 April 2024•Update: 22 April 2024
HAMILTON, Kanada
PBB pada Rabu melaporkan bahwa 70 persen populasi di Jalur Gaza kini terdiri dari kaum muda di bawah usia 30 tahun.
Hampir semua dari mereka menghadapi tingkat trauma, kekerasan, penyakit, dan kerawanan pangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Semua sekolah di Jalur Gaza ditutup, sehingga berdampak pada lebih dari 625.000 pelajar,” kata Rosemary DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang “Peran generasi muda dalam mengatasi tantangan keamanan di masa depan.”
Menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan, DiCarlo mengatakan, "Di bagian selatan dan timur Mediterania, generasi muda mewakili 55 persen populasi. Kita mengingat gelombang demonstrasi yang melanda wilayah tersebut pada 2011."
DiCarlo menyebut kaum muda merupakan mayoritas dari mereka yang melakukan perjalanan berbahaya melintasi Mediterania, dan diperkirakan satu dari empat kaum muda di seluruh dunia terkena dampak kekerasan atau konflik bersenjata.
“Kaum muda, terutama perempuan, lebih banyak terkena dampaknya, mereka rentan terhadap pengabaian, pelecehan, dan eksploitasi,” imbuh dia.
“Kaum muda lebih mungkin direkrut oleh kelompok bersenjata ketika mereka tidak memiliki peluang mata pencaharian lain. Selain itu, penelitan menunjukkan bahwa lebih dari 90% kematian akibat konflik langsung terjadi di kalangan laki-laki dewasa muda,” tambah DiCarlo.
Mengatakan fakta dan angka yang suram terlihat dari bencana yang terjadi di salah satu bagian Mediterania, Wasekjen PBB mengingatkan DK PBB bahwa sudah banyak korban berjatuhan di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.
Nasser Kamel, ketua Persatuan Mediterania, menekankan pentingnya Laut Mediterania dalam skala global, meski luasnya kurang dari 1 persen lautan di dunia.
Dia menyoroti perannya dalam seperempat perdagangan lintas laut internasional dan kekayaan keanekaragaman hayatinya, yang menghasilkan nilai ekonomi sebesar USD450 miliar setiap tahunnya.
“Tetapi pada saat yang sama, ini juga merupakan pusat dari banyak tantangan yang menimbulkan risiko berlapis terhadap perdamaian, keamanan dan stabilitas kita,” tambah Kamel.
Dia mendesak agar generasi muda lebih diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan, dengan memperhatikan peran mereka dalam merasakan dampak perubahan iklim dan mendorong aksi iklim di seluruh dunia.
“Kami berharap komunitas global siap untuk membicarakan hal ini bersama kami untuk menjadikan Mediterania sebagai pusat praktik dan solusi terbaik,” tukas dia.