Ahmed al-Masri, Zeynep Hilal Karyağdı
08 Mei 2018•Update: 09 Mei 2018
Ahmed al-Masri, Zeynep Hilal Karyağdı
RIYADH
Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi kemarin melancarkan serangan ke istana kepresidenan di Sanaa, ibu kota Yaman, menargetkan pejabat tinggi Houthi sebagai sasaran serangan tersebut, bedasarkan informasi intelejen milik pasukan koalisi.
Dalam sebuah konferensi pers di Riyadh, juru bicara pasukan koalisi Kolonel Turki al-Maliki memberikan informasi terkait serangan terhadap istana kepresidenan yang dikuasai pemberontak Houthi.
Al-Maliki menuturkan bahwa serangan tersebut dilakukan sesuai informasi intelijen yang didapatkan. Al-Maliki juga mengatakan, serangan tersebut menargetkan para pejabat senior pemberontak Houthi tingkat pertama dan kedua.
Pasukan koalisi telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Menurut informasi yang didapatkan dari sumber Houthi, enam 6 orang tewas dan lebih dari 30 orang lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Menurut PBB, perang saudara Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 jiwa dan menyebabkan lebih dari 11 persen dari keseluruhan populasi mengungsi.