Shadi Khan Saif
08 Mei 2018•Update: 09 Mei 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Misi bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) pada Senin memastikan klaim Taliban yang mengatakan adanya sebuah serangan pasukan pemerintah yang membunuh 36 warga sipil dan melukai 71 lainnya bulan lalu.
Beberapa hari setelah pasukan pemerintah menyerang sebuah sekolah keagamaan di distrik Dasht-e-Archi, provinsi Kunduz, UNAMA mengatakan akan menyelidiki kasus itu. Dalam hasil penyelidikan yang dirilis hari ini, mereka mengatakan setidaknya 81 anak-anak menjadi korban, dan memiliki "informasi kredibel" yang mengatakan jumlah korban sebenarnya lebih tinggi.
Tim pencari fakta mengatakan pasukan pemerintah juga menggunakan rudal dan senjata otomatis untuk menyerang sebuah perkumpulan agama, hingga membunuh dan melukai sipil yang mayoritas merupakan anak-anak.
Setelah kejadian tersebut, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahed menuliskan di akun Twitternya setidaknya 150 orang, termasuk murid-murid sekolah agama dan beberapa pengajar, tewas dalam insiden itu.
Meskipun Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim serangan Angkatan Udara itu membunuh 15 teroris Taliban, termasuk anggota Quetta Shura - dewan Taliban yang berkuasa di Pakistan - Mawlawi Baryal, dan melukai 10 teroris lainnya, Presiden Mohammad Ashraf Ghani memerintahkan agar kejadian itu diselidiki.
Taliban mengatakan serangan ini adalah salah satu alasan mereka terus berjuang serta akan terus bergerilya selama musim semi.
Hingga kini, pemerintah Afghanistan belum merespon laporan PBB.