Muhammad Abdullah Azzam
13 Juni 2019•Update: 17 Juni 2019
Afra Aksoy
SANA’A
Pasukan koalisi Arab pendukung pasukan pemerintah Yaman melancarkan serangan udara terhadap milisi Houthi di Yaman setelah kelompok pemberontak itu menyerang Bandara Abha Internasional di selatan Arab Saudi.
Pesawat pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menghantam markas pasukan khusus Houthi di distrik Bani Matar dan kamp penyimpanan peralatan militer di distrik Al-Sawra di ibu kota Sana'a.
Sempat muncul asap tebal melambung dari daerah yang menjadi sasaran serangan udara pasukan koalisi.
Menurut laporan dari saluran TV Houthi, Al-Masira, pangkalan militer di daerah Sabaha mendapatkan enam serangan udara, sementara markas penyimpanan peralatan militer di daerah Al-Siyanah mendapatkan dua serangan udara.
Serangan udara yang menargetkan daerah Al-Siyanah menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah warga. Namun berita tersebut tak memberikan informasi terkait korban jiwa dan luka-luka dalam serangan tersebut.
Sebelumnya pada Rabu, koalisi yang dipimpin Saudi mengungkapkan bahwa kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi.
Menurut juru bicara pasukan koalisi Kolonel Turki al-Maliki, setidaknya 26 warga sipil dari berbagai negara terluka dalam serangan itu.
Pada hari yang sama, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan di bandara tersebut dengan menggunakan rudal jelajah, mengatakan bahwa rudal itu mengenai sasaran dengan tepat.
Yaman dilanda konflik kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, tewas akibat konflik, sementara 14 juta lainnya berisiko menderita kelaparan.
Menurut PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 10 juta orang berada di ambang bencana kelaparan.
Selain itu, lebih dari 22 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan darurat.