Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Juni 2019•Update: 14 Juni 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jumlah anak-anak di India yang diduga terjangkit Sindrom Ensefalitis Akut (AES) semakin mengkhawatirkan, dengan angka kematian mencapai 64 orang pada Kamis, lansir All India Radio.
Setelah mendeteksi setidaknya 143 kasus AES dari 11 distrik di provinsi Bihar, timur laut India, pemerintah setempat mengerahkan tenaga kesehatan tambahan untuk memeriksa penyebaran penyakit fatal itu.
AES adalah kasus ensefalitis (radang otak) parah yang ditularkan oleh nyamuk dan ditandai dengan demam tinggi.
Delapan anak dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Pemerintah federal dengan cepat mengirim tim ahli ke provinsi tersebut pada Rabu untuk menilai situasi di lapangan bersama wakil menteri kesehatan yang dijadwalkan tiba pada hari berikutnya.
Pada 2012, lebih dari 40 anak meninggal karena gejala yang mirip dengan AES, di mana anak-anak yang kekurangan gizi berisiko lebih besar terserang penyakit tersebut.