Eshat Firat
09 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
Eshat Firat
RAMALLAH
Seorang pejabat tinggi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah mengumumkan bahwa Palestina tidak akan terlibat dalam pembicaraan apapun dengan Amerika Serikat sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganulir pernyataannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Kepala negosiator Palestina Saeb Erekat mengunggah pernyataan dalam akun media sosialnya bahwa setiap pertemuan dengan AS sama saja dengan membenarkan pernyataan Trump.
“Tidak ada pembicaraan dengan pihak Amerika tentang proses perdamaian tanpa adanya pengembalian resolusi, dan setiap orang Palestina yang duduk dengan pihak Amerika dan bicara mengenai proses perdamaian tersebut sama saja dengan mengakui keputusan Trump," ujar Erekat dalam akun media sosialnya, Jumat malam.
Pada hari Rabu, Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan untuk mengakui Yerusalem dan memindahkan Kedutaan Besar AS di Tel Aviv, meskipun ditentang dunia internasional.
Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur -yang sekarang diduduki oleh Israel- dapat menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.
Menjelang pemilihannya tahun lalu, Trump sebenarnya telah berulang kali berjanji untuk merelokasi Kedutaan Besar A.S. ke Yerusalem.