Nani Afrida
17 Oktober 2018•Update: 18 Oktober 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Palang Merah International (ICRC) pada Selasa mengkonfirmasi pembunuhan staf kedua kalinya di wilayah timur laut Nigeria, hampir 24 jam setelah Boko Haram merilis sebuah pernyataan yang mengumumkan pembunuhan Hauwa Liman, seorang bidan yang menjadi anggota organisasi kemanusiaan.
Liman diculik pada Maret bersama dua pekerja kemanusiaan lainnya di kota Rann, negara bagian timur laut Borno. Kematiannya terjadi tepat satu bulan setelah Saifura Hussaini Ahmed Khorsa, rekan kerjanya, dibunuh oleh kelompok teroris.
Sementara rekan kerja Liman lainnya yaitu Alice Loksha, staf UNICEF, sekarang ditahan sebagai budak, menurut kelompok itu.
Palang Merah menyebut pembunuhan itu sebagai "tindakan kejam yang hina".
“Kabar tewasnya Hauwa telah mematahkan hati kami," ICRC Direktur Regional untuk Afrika Patricia Danzi berkata dalam sebuah statemen.
"Kami memohon belas kasihan dan mengakhiri pembunuhan yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin dua pekerja perawatan kesehatan perempuan terbunuh terus menerus? Tidak ada yang bisa membenarkan ini," katanya.
Pada Selasa, parlemen Nigeria menyerukan “negosiasi mendesak” dengan Boko Haram untuk membebaskan tawanan lain yang masih dalam tahanan, termasuk Leah Sharibu yang berusia 15 tahun, satu-satunya gadis Kristen, yang diculik bersama 112 lainnya di kota Dapchi timur laut.
Pemerintah pada Senin itu terkejut oleh pembunuhan itu meskipun ada tawaran untuk bernegosiasi dengan para pemberontak.