Maria Elisa Hospita
07 April 2018•Update: 08 April 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Perdana Menteri Pakistan mengunjungi Kabul, Afghanistan, pada Jumat untuk membahas "rencana aksi untuk perdamaian dan rekonsiliasi" dengan pemerintah Afghanistan.
Meskipun hubungan bilateral memanas karena terorisme lintas perbatasan, kedatangan PM Shahid Khaqan Abbasi di Istana Kepresidenan disambut hangat oleh Presiden Mohammad Ashraf Ghani.
Dalam diskusi, Ghani menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas di Afghanistan menjadi kunci utama untuk stabilitas regional, dan kepemimpinan di Pakistan dan Afghanistan dapat memainkan peran penting untuk membentuk masa depan.
"Dalam pertemuan disepakati bahwa penasihat keamanan nasional dan menteri luar negeri kedua negara akan menyelesaikan rencana aksi perdamaian dan rekonsiliasi," tulis Istana Kepresidenan dalam sebuah pernyataan.
Kedua pimpinan negara juga mendiskusikan isu-isu yang berkaitan dengan repatriasi pengungsi Afghanistan, dugaan penembakan dari sisi Pakistan ke desa-desa Afghanistan dekat Jalur Durand, serta konektivitas untuk perdagangan dan jalur kereta api.
Media lokal, Tolo News, melaporkan bahwa kedua pihak juga membahas proyek kereta api Quetta-Kandahar-Herat dan Peshawar-Jalalabad serta pembangunan jalan raya Peshawar-Jalalabad.
Pada 28 Februari, Ghani mengajukan tawaran perundingan damai tanpa syarat kepada Taliban Afghanistan. Dia juga telah mengajak Pakistan untuk melupakan masa lalu dan memulai era baru hubungan bilateral untuk membawa perdamaian di wilayah tersebut.
Pakistan telah memperantarai perundingan putaran pertama antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di Islamabad pada Juli 2015.
Sejak itu, beberapa upaya telah dilakukan untuk melanjutkan kembali proses perdamaian yang sempat terhenti oleh kelompok empat negara yang terdiri dari Pakistan, Afghanistan, Amerika Serikat, dan Tiongkok.