Dunia

Pakar: Virus hanta bukan ancaman besar

Virus hanta bukan jenis virus baru, tidak menimbulkan ancaman bagi dunia, kata ahli genetika

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 31.03.2020
Pakar: Virus hanta bukan ancaman besar Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Ankara

Firdevs Bulut

ANKARA 

Seorang pakar genetika dan biologi molekuler mengatakan virus hanta, tidak seperti Covid-19, bukan jenis virus baru dan tidak akan memicu wabah atau epidemi baru.

Setelah seorang pria di Provinsi Yunnan, China, dinyatakan positif terinfeksi virus hanta dan meninggal pada akhir Maret, pemerintah China menguji 32 orang yang menumpangi bus yang sama, perdebatan mengenai hal itu semakin meningkat, terutama di media sosial di seluruh dunia.

Wabah virus korona (Covid-19), yang muncul di China pada Desember 2019, telah menginfeksi lebih dari 787.000 orang di seluruh dunia, dan merenggut lebih dari 37.800 jiwa.

Di tengah wabah ini, virus hanta juga menjadi sumber ketakutan.

Tapi Busra Teke Kazan, seorang ahli genetika dan peneliti di Universitas Yeditepe di Istanbul, Turki, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tidak perlu panik karena virus hanta memiliki susunan genetik yang berbeda dari Covid-19.

Sungguh kebetulan bahwa virus hanta muncul kembali baru-baru ini dan merenggut nyawa seorang pria.

"Virus hanta tidak dapat menyebar dari manusia ke manusia. Ini menunjukkan bahwa meskipun virus muncul di tempat umum di China, tidak perlu untuk karantina," kata Kazan.

"Bahkan jika virus hanta memang menyebabkan wabah, itu akan jauh lebih mudah daripada Covid-19 karena fakta bahwa itu ditularkan dari hewan pengerat saja," tambah dia.


Bagaimana virus hanta menyebar?

"Titik virus hanta yang muncul di alam adalah tikus kecil. Tikus ini menyimpan virus dalam sistem mereka, dalam cairan tubuh mereka - seperti urin, atau air liur - selama setidaknya beberapa minggu. Jika manusia melakukan kontak dengan cairan ini, mereka tertular virus. Digigit tikus juga dapat menyebabkan hal ini, atau seperti yang kita lihat dari contoh di seluruh dunia, memakan tikus juga akan menyebabkan infeksi," kata Kazan.

Tetapi, menurut dia, virus hanta mudah didiagnosis dan diperangi.

“Ini menyebabkan Sindrom Paru Virus Hanta (HPS) dan Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS), menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Tetapi ini adalah penyakit yang jarang, dan mereka dapat didiagnosis dengan kit diagnosis 'Elisa' yang melakukan tes antibodi. Atau, reaksi rantai polimerase (PCR) juga dapat mendiagnosis virus hanta," tambah dia.

PCR adalah metode yang banyak digunakan dalam biologi untuk secara cepat menghasilkan jutaan hingga miliaran salinan sampel DNA tertentu, yang memungkinkan ahli biologi untuk mempelajari sampel yang mereka pilih.


- Tindakan apa yang bisa diambil?

Kazan mengatakan tindakan pencegahan yang paling penting adalah mengurangi kontak dengan tikus.

"Kebersihan sangat penting, dan jika kita bekerja dengan tikus di laboratorium, kita tidak boleh menangkapnya dengan tangan kosong dan selalu menggunakan alat pelindung dan sarung tangan," ujar dia.

Orang yang bekerja di ladang harus lebih berhati-hati. Mereka harus menggunakan sarung tangan pelindung yang tebal karena tikus mungkin bersembunyi atau hidup di tanah. Turki adalah penghasil utama buah-buahan dan sayuran, jadi ada banyak pekerja lapangan. Mereka harus berhati-hati, mencuci tangan dengan benar dan memastikan tikus tidak bersentuhan dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

Salah satu contoh yang menarik dari ini adalah dari Kota Bartin di Turki utara. Pada Maret 2009, sejumlah pekerja lapangan dari tiga desa diuji setelah menunjukkan gejala dan 5,2 persen dari mereka dinyatakan positif terinfeksi virus hanta. Penduduk desa ini dikenal bekerja di ladang dekat dengan tempat tinggal tikus kecil.


- Apakah virus hanta lebih berbahaya bagi orang yang memiliki hewan peliharaan?

Kazan mengatakan hewan peliharaan mungkin terinfeksi virus hanta dari hewan pengerat, tetapi bahkan jika itu terjadi, virus tidak dapat ditularkan dari hewan peliharaan ke manusia.

"Tetap saja, sebagai tindakan pencegahan, pemilik hewan peliharaan harus memastikan hewan peliharaan mereka tidak pergi ke tempat-tempat di mana hewan pengerat bisa hidup."


- Apakah kita akan menghadapi virus baru dalam waktu dekat?

"Ya. Virus terus-menerus dalam proses mutasi genetik. Virus yang menyebabkan flu atau SARS dan MERS sebelumnya juga ada dalam kelas virus korona. Covid-19 adalah jenis baru di kelas ini. Alasan kita akan menghadapi virus baru adalah fakta bahwa mereka bermutasi. Mutasi ini memberi mereka kemampuan untuk ditransmisikan ke manusia dan untuk dapat bertahan hidup dalam sel manusia," kata Kazan.

Dia mencatat bahwa tidak semua mutasi virus berbahaya, mereka dapat bermutasi dan kemudian mati juga.

Kazan mengungkapkan bahwa dalam setiap organisme hidup baru yang terinfeksi, virus terus-menerus berjuang untuk hidup dan berkembang biak dan jika virus dapat berkembang biak, itu berarti ia akan mampu bertahan di sana.

"Saat ini, perubahan iklim yang drastis, kondisi atmosfer, polusi udara dan orang-orang yang hidup di dunia yang lebih global dan terhubung adalah semua faktor yang memfasilitasi munculnya virus baru. Covid-19 telah menunjukkan ini dengan sangat drastis," tutur sang pakar

"Virus baru akan muncul, tetapi tidak semua dari mereka akan mematikan. Virus juga berjuang untuk bertahan hidup ketika mereka muncul, dan tidak semua dari mereka selamat dari pertarungan ini," tambah dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.