Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 September 2018•Update: 26 September 2018
RAMALLAH, Palestina
Otoritas Palestina (PA) mengatakan bahwa pidato Presiden Palestina Mahmoud Abbas di PBB - yang dijadwalkan Kamis - bisa menjadi "kesempatan terakhir untuk perdamaian" di kawasan itu.
“Pidato Presiden Abbas di Sidang Umum PBB pada Kamis akan menjadi titik balik. Itu akan membuka jalan untuk cara baru menangani banyak tantangan yang dihadapi rakyat kami,” kata juru bicara PA Nabil Abu Rudeina dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita resmi WAFA di Palestina.
"Pidato presiden akan mencakup proposal untuk strategi nasional komprehensif yang akan memiliki dampak besar pada peristiwa-peristiwa di kawasan dan dunia," katanya.
Abu Rudeina melanjutkan dengan menegaskan bahwa tanpa Yerusalem dan tempat-tempat suci, tidak akan ada perdamaian yang "adil dan abadi" di Timur Tengah.
"Tanpa Yerusalem sebagai ibukota negara Palestina merdeka, tidak akan ada solusi," dia memperingatkan.
"Seluruh wilayah akan tetap berada dalam siklus ketidakstabilan dan perang tanpa akhir," tambahnya.
Menurut Abu Rudeina, Otoritas Palestina akan "terus menolak kesepakatan dan proposal yang meragukan, sementara tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip nasional kami, terlepas dari pengorbanan yang dilakukan".
Pada Kamis, Abbas akan berbicara di depan Majelis Umum PBB di New York, di mana dia akan membahas proses perdamaian Timur Tengah yang macet dan rencana perdamaian Timur Tengah yang diajukan Amerika Serikat (AS).