Erric Permana
25 Juli 2019•Update: 26 Juli 2019
Erric Permana
JAKARTA (AA) - Organisasi Islam Indonesia Nahdhatul Ulama (NU) akan membangun kerjasama pendidikan dengan Maarif Foundation Turki, pada Kamis.
Kesepakatan itu dicapai saat kunjungan Rais Am Syuriah NU Miftahul Achyar, ke Kantor Pusat Maarif Foundation di Istanbul, Turki.
Dalam pertemuan tersebut, Rais Am diterima langsung oleh Ketua Maarif Foundation Birol Akgun dan Ambassador Zekeriya Akcam serta Anggota Dewan Pembina Yayasan lainnya.
Selain itu dari Indonesia hadir pula Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, dan Konjen RI di Istanbul, Herry Sudradjat.
Rais Am NU Miftahul Achyar mengatakan sejumlah kerjasama pendidikan yang dibahas antara lain pemberian beasiswa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai universitas di Turki dan penjajakan pengembangan sekolah bersama, termasuk di bidang vokasi (pesantren vokasi).
"NU mendukung visi Presiden Joko Widodo dalam lima tahun ke depan yang akan memperkuat SDM, khususnya pendidikan vokasi. Jadi NU dengan jaringan pesantrennya juga ingin ikut mengisi visi Presiden itu", terang Rais Am di Istanbul.
Miftahul Achyar menambahkan Turki merupakan negara dengan mayoritas muslim dan memiliki industri yang maju.
Majunya industri tersebut lantaran sekolah vokasi di Turki setiap tahun meluluskan ratusan ribu tenaga teknis handal yang langsung dapat diserap.
"Karena sebagian besar basis NU saat ini menjadi kawasan-kawasan industri. Lagipula NU mudah bekerjasama dengan Turki karena sebagai sesama penganut Ahlussunah wal jamaah, pemahaman keislamannya sudah sama", imbuh Miftahul Achyar
Maarif Foundation memandang kerjasamanya dengan NU sebagai sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan programnya ke depan.
"Kami memiliki 99 kerjasama internasional dengan Pemerintah dan organisasi Islam non-pemerintah. Ini belum lengkap tanpa Indonesia dalam peta tersebut," ujar Ketua Maarif Foundation Birol Akgun.
Ketua Maarif Foundation Turki menyatakan kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah akan menjadi komponen yang sangat dibutuhkan karena keduanya merupakan organisasi Islam terbesar di dunia.
Selain itu Rais Aam NU dijadwalkan bersilaturrahmi dengan masyarakat Indonesia di Turki dalam rangka syukuran atas lancarnya pelaksanaan Pemilu 2019.