Muhammad Abdullah Azzam
26 Desember 2019•Update: 27 Desember 2019
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menceritakan bahwa Presiden Rusia mengatakan kepadanya jika dirinya bukan perdana menteri, maka Rusia dan Israel dapat berperang.
PM Israel Netanyahu berbicara tentang isu terkini dalam wawancara khusus dengan Radio Israel sebelum partainya, Partai Likud, mengadakan pemilihan ketua partai pada Kamis ini.
Netanyahu menyinggung hubungan dekat dirinya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Putin mengatakan kepada saya bahwa jika tidak ada persahabatan di antara kami, kami (Rusia dan Israel) akan berada dalam konflik militer.”
PM Israel itu menuturkan bahwa potensi perang antara negaranya dan Rusia dicegah oleh pertemuan dirinya dengan Putin setiap beberapa bulan sekali.
Dalam wawancara itu, Netanyahu menegaskan kembali janjinya untuk membuat pemerintah Amerika Serikat (AS) "menerima kedaulatan Israel" di Lembah Yordania dan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
Kepala Penuntut Umum Israel Avichai Mandelblit mengumumkan pada 21 November bahwa dirinya akan menuntut Perdana Menteri Netanyahu karena tiga kasus korupsi berbeda.
Terkait hal ini, Netanyahu tak menjawab pertanyaan apakah akan mengajukan permohonan kekebalan kepada Parlemen Israel.
Perdana Menteri Netanyahu dan Anggota Parlemen Gideon Saar menjadi kandidat pemilihan ketua Partai Likud yang diadakan pada 26 Desember hari ini.
Netanyahu diprediksikan kemungkinan besar akan mempertahankan kursi ketua partainya itu.