Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) pada Kamis memerintahkan satu peleton Navy SEAL di Irak untuk pulang ke AS setelah sebuah penyelidikan menunjukkan bahwa mereka mengonsumsi alkohol saat dalam penugasan.
"Operasi Satuan Tugas Gabungan Inherent Resolve [di Irak] memerintahkan pemindahan awal satu peleton Tim SEAL ke San Diego karena kemunduran ketertiban dan disiplin di dalam tim selama periode non-operasional," kata Komando Operasi Khusus AS dalam sebuah pernyataan.
"Komandan kehilangan kepercayaan pada kemampuan tim untuk menyelesaikan misi," tambahnya.
Dikenal sebagai komunitas yang sangat ketat dan tertutup, pasukan elit Angkatan Laut AS, Navy SEAL, telah diguncang oleh skandal penyalahgunaan narkoba, bunuh diri serta yang paling buruk, pembunuhan dan kejahatan perang.
Awal bulan ini, dalam salah satu kasus paling kontroversial, sebuah kelompok perwira Marinir di California membebaskan seorang kepala Angkatan Laut SEAL yang dituduh oleh jaksa militer melakukan kejahatan perang selama penempatannya di Irak pada 2017.
Kepala Operator Peperangan Khusus Edward Gallagher juga dibebaskan setahun setelah dia didakwa melakukan pembunuhan, percobaan pembunuhan dan kejahatan perang lainnya di Mosul, Irak, termasuk menikam sampai mati seorang tawanan perang Daesh yang terluka.
Hakim mengabaikan kesaksian puluhan petugas di Peleton Alpha Gallagher, SEAL Team 7, yang mengatakan bahwa dia menembak setidaknya dua warga sipil.