Maria Elisa Hospita
25 Juli 2019•Update: 26 Juli 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Dalam sebuah pertemuan tertutup di Gedung Putih, President Amerika Serikat Donald Trump memberi tahu anggota parlemen dari Partai Republik bahwa dia tidak berniat memberi sanksi ke Turki karena membeli sistem rudal S-400 Rusia.
Di sisi lain, sejumlah sekutu terdekat Trump di Senat bersikukuh agar presiden menjatuhkan sanksi berdasarkan Undang-Undang Penentang Lawan Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) bagi entitas yang melakukan bisnis dengan industri pertahanan Rusia.
Pertemuan dengan 45 senator Republik, termasuk Lindsey Graham, Ted Cruz, Mitch McConnell, Rand Paul, Marco Rubio dan Todd Young berlangsung sekitar 70 menit.
Trump telah berulang kali menyatakan keengganannya untuk memberi sanksi ke Turki untuk sistem S-400.
Sementara itu, pejabat pemerintahan Trump mengklaim bahwa S-400 tidak kompatibel dengan sistem NATO.
Turki, bagaimanapun, menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.
Analis mengatakan kepada CNN Trump memiliki sedikit ruang untuk menghindari sanksi di bawah undang-undang 2017.
Harian Washington Post melaporkan bahwa Trump mengusulkan negosiasi dengan Turki sebagai pengganti sanksi.
Pengiriman komponen S-400 dari Rusia ke Turki telah berlangsung sejak 12 Juli dan akan terus berlanjut hingga April 2020.