Agnes Szucs
28 April 2022•Update: 29 April 2022
BRUSSELS
Kepala NATO Jens Stoltenberg pada Kamis mengatakan aliansinya akan menyambut "dengan tangan terbuka" Finlandia dan Swedia jika mereka memutuskan untuk mengajukan keanggotaan.
Stoltenberg berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Parlemen Eropa (EP) Roberta Mestola menjelang pertemuan dengan para pemimpin kelompok politik EP.
“Jika mereka memutuskan untuk mendaftar, Finlandia dan Swedia akan disambut dengan tangan terbuka di NATO,” kata Stoltenberg, seraya menambahkan bahwa dia mengharapkan proses keanggotaan “berjalan cepat.”
“Finlandia dan Swedia adalah mitra terdekat kami,” tambahnya.
Stoltenberg lebih lanjut mengatakan keduanya merupakan negara "demokrasi yang kuat dan matang" yang telah bekerja sama dengan NATO untuk waktu yang lama.
Dia meyakinkan angkatan bersenjata Swedia dan Finlandia "memenuhi standar NATO dan dapat dioperasikan dengan pasukan NATO."
"Kami dilatih bersama, kami berlatih bersama," tegasnya, menambahkan bahwa tentara Swedia dan Finlandia berpartisipasi bersama dengan pasukan NATO dalam banyak misi dan operasi yang berbeda.
Dia juga menegaskan bahwa “invasi brutal ke Ukraina menunjukkan perlunya NATO” untuk memberikan dukungan praktis dan politik untuk “negara-negara di Eropa yang bukan anggota NATO atau anggota Uni Eropa, seperti Moldova dan Georgia.”
Menurut laporan media, Finlandia dan Swedia telah sepakat mengajukan keanggotaan NATO bersama pada pertengahan Mei.
Kedua negara telah benar-benar netral secara militer selama Perang Dingin dan mencapai kesepakatan kemitraan dengan NATO pada tahun 1995.
Dukungan untuk keanggotaan NATO telah meningkat secara signifikan di kedua negara setelah Rusia melancarkan perang melawan negara tetangga Ukraina.