Muhammad Abdullah Azzam
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Ibrahim Salih
BAGHDAD
NATO berencana memperluas misi pelatihan militernya di Irak.
Menurut sebuah pernyataan tertulis dari pemerintah Irak, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah mengunjungi Irak dan bertemu dengan Perdana Menteri Irak Haydar al-Ibadi.
Kedua pihak saling bertukar pikiran membahas mengenai perpanjangan misi pelatihan NATO untuk pasukan keamanan Irak.
Ibadi menyampaikan pentingnya kerja sama dengan NATO dalam memberantas terorisme di wilayah tersebut. Ibadi juga menekankan, bersama NATO Irak telah meraih kemenangan besar dalam melawan organisasi teroris Daesh.
"Kami akan terus melatih pasukan Irak dan mendukung pemerintah Baghdad. NATO akan terus bekerja sama dalam meningkatkan pengalaman dengan Irak. Bersama-sama, kami akan membentuk akademi dan berbagai pelatihan militer," kata Stoltenberg.
Pada Konferensi Keamanan Internasional ke-54 yang diadakan di Munich, Jerman, 16 Februari lalu, seluruh menteri pertahanan anggota NATO memutuskan untuk memperpanjang misi pelatihan dan konsultasi di Irak. Setelah keputusan tersebut, Stoltenberg dan Ibadi mengadakan pertemuan.
Pemerintah Irak mengumumkan pada bulan Desember 2017 bahwa Irak telah mengambil alih kembali sekitar sepertiga wilayah negara yang dirampas oleh organisasi teroris Daesh pada Juni 2014.