Pizaro Gozali İdrus
28 November 2018•Update: 29 November 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Sebanyak 93 warga Rohingya dipaksa kembali ke Rakhine setelah ditangkap di laut dalam perjalanan menuju Malaysia, kata polisi pada Rabu, menurut Channelnews Asia.
Para pengungsi yang berada dalam tiga kapal itu dikembalikan ke kamp-kamp di sekitar ibu kota Sittwe, yang merupakan tempat bagi lebih dari 120.000 etnis Rohingya sejak kekerasan terjadi pada 2012.
Sebuah foto di media lokal menunjukkan kelompok itu berkerumun di dek kepal di bawah terik matahari.
Mereka menuju Malaysia ketika dihentikan oleh petugas angkatan laut pada Minggu malam di luar kota Dawei, selatan, ujar Mayor Polisi Min Lwin kepada AFP.
"Mereka semua dikirim kembali ke Sittwe dengan kapal angkatan laut semalam," katanya, seraya menambahkan bahwa dua pertiga di antaranya berusia di bawah 18 tahun dan tiba pada Kamis atau Jumat.
Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang terus meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.
PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan -termasuk bayi dan anak kecil- pemukulan brutal, dan penculikan yang dilakukan oleh personil keamanan.
Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.